
Jakarta, 6 Juni 2026 – Organisasi Advokat PERADI Utama secara resmi membuka pelaksanaan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) Periode Pertengahan Tahun 2026 pada Sabtu, 6 Juni 2026. Program ini diselenggarakan sebagai langkah nyata dalam mencetak calon advokat yang profesional, berintegritas, dan siap berkontribusi dalam penegakan hukum di Indonesia.
Kegiatan pembukaan berlangsung dengan khidmat yang diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Mars PERADI Utama. Acara kemudian dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. Hardi Fardiansyah, selaku Ketua Umum Organisasi Advokat PERADI Utama.

Dalam sambutannya, Prof. Hardi menyampaikan bahwa profesi advokat merupakan profesi yang mulia atau officium nobile, sehingga setiap calon advokat harus memiliki komitmen yang kuat terhadap nilai-nilai keadilan, etika, dan tanggung jawab profesi.
“Profesi advokat adalah profesi yang mulia, atau yang sering disebut sebagai officium nobile. Oleh karena itu, menjadi advokat bukan hanya soal mencari nafkah atau memenangkan perkara, tetapi juga tentang bagaimana kita menjaga keadilan, memperjuangkan hak-hak masyarakat, dan menegakkan hukum dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.
Lebih lanjut, beliau berharap seluruh peserta PKPA dapat memanfaatkan pendidikan ini sebagai sarana untuk memperdalam pengetahuan hukum, meningkatkan keterampilan profesi, serta membangun karakter advokat yang menjunjung tinggi kode etik dan profesionalisme.
PKPA PERADI Utama Periode Pertengahan Tahun 2026 menghadirkan para pemateri profesional dan berpengalaman dari berbagai bidang hukum yang akan membekali peserta dengan wawasan teoritis maupun praktik hukum yang komprehensif. Melalui program ini, PERADI Utama berkomitmen untuk terus melahirkan advokat-advokat unggulan yang mampu menjawab tantangan dunia hukum yang semakin dinamis.
Dengan dibukanya PKPA periode ini, PERADI Utama kembali menegaskan perannya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang hukum serta mendukung terwujudnya sistem peradilan yang berkeadilan dan berintegritas di Indonesia.